saya senang berbagi informasi yang bermanfaat untuk orang lain mulai dari pendidikan, kesehatan, sejarah, politik, dan lain-lain
Rabu, 30 Januari 2013
Kamis, 19 Juli 2012
Dasar-Dasar Kepemerintahan Yang Baik
1. Permasalahan pembangunan nasional dari waktu ke waktu dirasakan
bukannya semakin ringan dan mudah, pada kenyataannya bangsa Indonesia justru
dihadapkan pada kondisi yang semakin sulit, kompleks, dinamis, dan beraneka
ragam sejalan dengan perkembangan tingkat kebutuhan, kesejahteraan, dan
kemajuan masyarakat bangsa Indonesia itu sendiri. Kecenderungan pergeseran
interaksi sosial politik antara pemerintah dengan masyarakat tersebut ditandai
dengan semakin meningkatnya peranan sektor swasta dan lembaga-lembaga swadaya
masyarakat dalam penyelenggaran tugas-tugas dan tanggungjawab yang sebelumnya
menjadi semacam monopoli pemerintah atau sektor publik. Sebagai konsekuensinya,
pemerintah perlu melakukan inovasi kebijakan dan praktek administrasi publik
yang baru yang lebih mampu menjawab tantangan perkembangan interaksi sosial
politik tersebut, melalui kerjasama atau kolaborasi yang efektif dengan sektor
swasta dan masyarakat madani (civil society) pada umumnya. Hal inilah
yang kemudian dikenal dengan Kepemerintahan yang Baik (Good Corporate
Governance)

2. Kompleksitas adalah sebuah konsep yang biasanya digunakan dengan
mudah, tetapi lebih sering penggunaan tersebut tidak berarti apa-apa selain
menggambarkan sebuah isu, situasi, atau permaslahan tertentu, yang biasanya
sulit untuk dimengerti atau terlalu rumit untuk dipecahkan. Menurut Luhmann
(1970), permasalahan fundamental dari seluruh sistem sosial masyarakat adalah
mengurangi kompleksitas interaksi sub sistem permasalahan. Dengan demikian
memilah-milah (menyeleksi) dan menysun pola interaksi adalah pekerjaan yang
mendasar dalam upaya memecahkan kompleksitas permasalahan.
3. Perubahan paradigma dari Government menjadi Governance
mengandung arti bahwa telah terjadi pergeseran peran pemerintah dari yang
semula sentralistik, otoriter, korup, dan kolusif ke arah pemerintahan dan
penyelenggaraan pembangunan yang berorientasi pada misi pemberdayaan peran
serta masyarakat dan swasta secara aktif dalam berbagai upaya peningkatan kesejahteraan
sosial ekonomi, serta demokratisasi politik yang dilandasi oleh perlindungan
dan penghormatan atas hak-hak asasi manusia.
4. Governance (kepemerintahan) adalah proses
penyelenggaraan kekuasaan negara dalam melaksanakan penyediaan public goods
and services, sedangkan praktik terbaiknya disebut kepemerintahan yang baik
(good governance). Ada Tiga model kepemerintahan meliputi: 1) economic
governance yang mencakup proses pembuatan keputusan yang memfasilitasi
kegiatan ekonomi di dalam negeri dan interaksi di antara penyelenggara ekonomi yang
berimplikasi terhadap kesetaraan, kemisikinan dan kualitas hidup, 2) political
governance yang mencakup proses-proses pembuatan berbagai keputusan untuk
perumusan kebijakan, dan 3) Administrative governance, yaitu sistem
implementasi kebijakan.
5. Prinsip-prinsip
kepemerintahan yang baik sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 101
tahun 2000 disebut sebagai prinsip-prnsip kepemerintahan yang baik yang terdiri
atas: profesionalitas, akuntabilitas, transfaransi, pelayanan prima demokrasi, efesiensi,
efektifitas, supremasi hukum dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat.
Sedangkan menurut United Nation Development Program (UNDP:1997) prinsip-prinsip yang harus dianut dan dikembangkan dalam praktek kepemerintahan yang baik adalah meliputi: partisipasi, aturan hukum yang berkeadilan dan dipatuhi secara utuh, transparan, daya tanggap terhadap stakeholders, berorientasi konsensus terbaik untuk semua pihak, berkeadilan, efektifitas dan efesiensi, akuntabilitas, bervisi strategis, dan saling keterkaitan.
Sedangkan menurut United Nation Development Program (UNDP:1997) prinsip-prinsip yang harus dianut dan dikembangkan dalam praktek kepemerintahan yang baik adalah meliputi: partisipasi, aturan hukum yang berkeadilan dan dipatuhi secara utuh, transparan, daya tanggap terhadap stakeholders, berorientasi konsensus terbaik untuk semua pihak, berkeadilan, efektifitas dan efesiensi, akuntabilitas, bervisi strategis, dan saling keterkaitan.
Sumber : Dasar-Dasar Kepemerintahan Yang Baik, 2008. Modul LAN.Dirangkum Sebagai Jurnal Harian dalam DIKLATPIM IV Bapelkes Cikarang, 2012
Label:
Manajemen
Lokasi:
Bandung, Indonesia
Dasar-Dasar Administrasi Publik
1. Administrasi Publik adalah tentang penyelenggaraan pemerintahan
Negara. Dengan demikian Administrasi Publik merupakan kegiatan pemerintah. Hal
ini dikatakan oleh Guzman seperti dikutif oleh Leveriza (1990), yang menyatakan
Administrasi Publik merupakan “government in action”. Selanjutnya Guzman
mengatakan bahwa “dimana ada pemerintahan disana ada Administrasi Publik”.
Administrasi Publik merupakan kegiatan kerja sama manusia untuk mencapai
tujuan-tujuan pemerintah. Sedangkan menurut Nigro & Nigro (1992) memberikan
definisi tentang Administrasi Publik (Public Administration) adalah
suatu kerjasama kelompok dalam lingkungan Negara, meliputi tiga cabang
pemerintah yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif serta hubungan diantara
mereka, mempunyai peranan penting dalam perumuan kebijakan publik, dan
karenanya merupakan bagian dari proses politik, sangat erat berkaitan dengan
berbagai macam kelompok swasta dan perorangan dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat, dan dalam beberapa hal berbeda dengan administrasi privat.
2. Prinsip-Prinsip Administrasi Publik, meliputi: Struktur
Oganisasional yang dikoordinasikan oleh manajemen; organisasi yang disusun
berdasarkan tujuan dari pelayanan yang diberikan, proses-proses yang akan
dipakai, orang-orang yang akan bekerja dan peralatan yang digunakan; kesatuan
perintah dan kesatuaan arah; memeliki wewenang untuk melaksanakan tanggung
jawab; adanya rentang kendali (span of control) yang sempit; perencanaan
yang sistematik; dan perlakuan secara adil.
3. Fungsi-fungsi Administrasi Publik dikenal dengan istilah POSDCORB,
meliputi:
a.
Planning (Perencanaan) mengembangkan adanya garis-garis besar kegiatan yang
akan dilakukan termasuk metode pelasaksanaannya
b.
Organizing (pengorganisasian) yaitu mengembangkan struktur formal dari wewenang
berdasarkan pengelompokkan kerja (misalnya departemen, biro, dinas, dll)
c.
Staffing yakni merekrut dan melatih staf serta memelihara kondisi-kondisi
kerja yang menyenangkan
d.
Directing (pengarahan) yakni tugas pemimpin organisasi untuk membuat keputusan-keputusan
dan mengimplementasikannya melalui kebijakan dan prosedur
e.
Coordinating (pengkoordinasian) yang meliputi tugas-tugas mengintegrasikan dan
menyelaraskan berbagai macam unit yang saling berkaitan
f.
Reporting (pelaporan) yaitu proses dan teknik untuk memberikan informasi
tentang pekerjaan yang sedang dan telah dilaksanakan.
g.
Budgeting (penganggaran) yang meliputi tugas-tugas perencanaan fiskal, accounting
dan pengendalian.
4. Birokrasi mempunyai arti:
a.
Birokrasi sebagai suatu tipe organisasi
artinya terikat pada peraturan-peraturan rutin artinya volume pekerjaan besar
tetapi sejenis dan bersifat berulang-ulang
b.
Birokrasi sebagai sistem artinya
birokrasi dipandang sebagai suatu sistem kerja yang berdasar atas tata hubungan
kerjasama antara jabatan-jabatan secara formal dan berjiwa tanpa pilih kasih
atau tanpa pandang bulu
c.
Birokrasi sebagai jiwa kerja artinya
birokrasi merupakan jiwa kerja yang kaku
dengan disiplin kerja yang keras tidak menyimpang dari perintah atasan atau
dari peraturan yang telah ditetapkan.
5. Pertanggungjawaban administrasi publik mengandung konotasi
pertanggungjawaban akuntabilitas baik
eksplisit maupun implisit, artinya seorang pejabat publik bertanggungjawab
untuk memikul konsekuensi atas cara-caranya dalam melaksanakan tugas-tugas
kedinasan dan atas setiap pengaruh yang tak terduga dari akibat-akibat
keputusan yang dibuat.
Sumber : Dasar-Dasar Administrasi Publik, 2008. Modul LAN.Dirangkum Sebagai Jurnal Harian dalam DIKLATPIM IV Bapelkes Cikarang Angkatan ke-2, April-Mei 2012.
Sumber : Dasar-Dasar Administrasi Publik, 2008. Modul LAN.Dirangkum Sebagai Jurnal Harian dalam DIKLATPIM IV Bapelkes Cikarang Angkatan ke-2, April-Mei 2012.
Label:
Manajemen
Lokasi:
Bandung, Indonesia
Selasa, 03 Juli 2012
Langganan:
Komentar (Atom)